Jumat, 16 Februari 2024

Pendidikan Dengan Kurikulum Merdeka

   Hari Pendidikan Nasional setiap tahun kita peringati setiap tanggal 2 Mei. Hardiknas tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Pendidikan yang dicetuskan oleh beliau sangatlah berani, karena menentang arus primordialisme dan juga kapitalisme dalam pendidikan yang dulu hanya bisa dienyam oleh kaum borju. Beliau menentang kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran belanda atau orang kaya untuk bisa mengenyam pendidikan.

     Pendidikan yang memerdekakan akan memberikan proses pencerahan, proses untuk menemukan diri sendiri, dan upaya mempersiapkan anak-anak muda agar selamat hidupnya dan bisa bekerja di kelak kemudian hari. Ki Hadjar Dewantara melihat pendidikan sebagai proses memerdekakan manusia lahir dan batin. Merdeka dalam pemikiran Ki Hadjar adalah kesatuan tiga unsur: mampu berdiri sendiri, mandiri atau tidak bergantung pada orang lain, dan tidak terperintah atau bisa mengatur dirinya sendiri. 

    Paradigma pendidikan yang memerdekakan ini merupakan terobosan yang mendasar dalam perubahan pendidikan kita di Indonesia. Pendidikan sebagai proses memerdekakan tidak hanya untuk mengantarkan anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk kehidupannya, mengembangkan kemanusiannya yang unik sesuai kodrat alamnya masing- masing, mengada (coming into presence) dalam dirinya sendiri maupun sebagai bagian dari kolektivitas sebagai individu yang memiliki keunikannya.
Turunan dari pendidikan yang memerdekakan adalah Kurikulum merdeka itu sendiri. Kurikulum ini merupakan sebuah terobosan untuk mengembalikan marwah filosofi Bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara untuk terus menuangkan tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. 

    Kurikulum merdeka ini ditengarai dapat mengurangi ketertinggalan pembelajaran yang terjadi dalam masa Covid-19 ini. Bahkan sebelum Covid-19 inipun Indonesia sudah mengalami ketertinggalan pembelajaran. Segala daya upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi pendidikan ini, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Permasalahan pendidikan di Indonesia seperti benang kusut yang tak ada ujung dan pangkalnya. Dimulai dari permasalahan guru, standar pendidikan yang masih carut-marut serta alur birokrasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah yang masih tumpang tindih dengan kebijakan pusat. Sebelum tahun 2020, permasalahan pendidikan yang ada masih dalam tataran akses, dan juga pengelolaan pendidikan yang Panjang. Terkadang kualitas pembelajaran di kelas seolah-olah terabaikan oleh para pengampu kebijakan yang ada di daerah maupun di pusat.

    Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami.
Pada penerapanya kurikulum merdeka yang dilakukan oleh beberapa sekolah penggerak sudah mampu menujukkan berbagai perubahan. Pada tahun 2022 ini pelaksanaan sekolah penggerak sudah berjalan mendekati 7 bulan. Tetapi nuansa perubahan yang terjadi di sekolah penggerak sudah dirasakan oleh sekolah itu sendiri. Inovasi-inovasi yang dilakukan sekolah sudah nyata dilakukan khususnya untuk menerapkan pembelajaran paradigma baru di kelas. Gaung implementasi sekolah penggerak ini mungkin saja hanya didengar oleh segelintir orang saja, bahkan untuk di kabupaten tertentu malah belum ada. Ini wajar terjadi karena memang kuota sekolah penggerak yang ada di Angkatan 1 masih sangat terbatas. 
    
    Untuk mengakselerasi penerapan kurikulum merdeka ini, maka mulai tahun ajaran 2022/2023 penerapan kurikulum ini tidak hanya diterapkan di sekolah penggerak saja namun juga bisa diterapkan di sekolah bukan sekolah penggerak. Sekolah diberikan kebebasan untuk memilih kurikulum yang mana akan digunakan pada tahun ajaran mendatang apakah itu Kurikulum 2013, Kurikulum darurat ataupun kurikulum merdeka. Keputusan untuk menetapkan kurikulum yang akan digunakan satuan pendidikan tidak dibatasi hanya untuk Tahun Ajaran 2022/2023. Artinya satuan pendidikan dapat menggunakan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran berikutnya. Fleksibilitas ini akan memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan untuk mempersiapkan diri sebelum berkomitmen untuk melakukan perubahan besar. Sekolah diberikan ruang yang maksimal untuk menimbang penerapan kurikulum merdeka ini di sekolah. Untuk itu seyogyanya sosialisasi kurikulum merdeka ini terus dilakukan dengan baik agar sekolah tidak salah langkah dalam melangkah. 

    Hal yang paling kentara dalam kurikulum merdeka ini adalah adanya project penguatan profil pelajar Pancasila. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, antiradikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Terdapat 3 karakteristik penting yang ada dalam kurikulum merdeka ini yaitu pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karakter karena memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman dan mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari berbagai disiplin ilmu. Karakterisrik lainya adalah fokus pada materi esensial dan fleksibilitas perancangan kurikulum operasional sekolah dan penyusunan penyusunan rencana pembelajaran. Semoga dengan penerapan kurikulum merdeka ini, yang nantinya akan menjadi kurikulum nasional mampu meningkatkan kwalitas Pendidikan secara nasional. Serta pengembangan karakter siswa bisa dilakukan dengan baik dan pendidikan Indonesia semakin maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silabus Tematik Kelas 6

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, ma...